Antara Cerita dan Derita

Semua puisi/cerita yang aku tampilkan ini, aku tulis ketika masih di bangku SMP. Karena aku tak pernah menulis lagi semenjak itu
Curhat ya :
Saat SD aku sempat menjuari lomba mengarang meski hanya sampai tingkat kota. Semenjak itu aku merasa menulis adalah duniaku.
Ketika di bangku SMP aku jatuh cinta pada puisi mbeling. di saat jiwaku membara, bergejolak penuh cinta pada dunia sastra. Aku memberanikan diri untuk mengikuti lomba lagi, namun guruku itu berkata “TIDAK” dengan wajah yang penuh garis-garis tajam di sekitar mata dan bibirnya (padahal dia belum baca karya aku) Saat itu, untuk seorang anak kecil yang sangat mengidolakan gurunya karena jauh dari ayah, ibu dan kakak. Maka, aku menuruti guruku untuk tidak mengikuti lomba.
Semenjak saat itu aku tak pernah menulis, meski beberapa kali aku coba, aku lupa bagaimana caranya menulis, aku lupa perasaan yang kurasakan saat menulis.
Yang kuingat dan selalu kuingat dulu ketika pelajaran bersama guru itu tiba, aku harus berkali-kali mengacungkan jariku dengan kaki yang jingjit berharap ibu guru akan memanggilku untuk maju ke depan. Kalau tidak begitu, mungkin ibu hanya akan memanggil anak pria yang tampan atau anak wanita yang cantik di kelasku. Saat itu aku menyesal tidak menjadi cantik .
Mungkin puisi burukku tak pantas dibaca
Dan mungkin wajah burukku tak pantas untuk dilihat.
Aku tak tahu…
Tapi sekarang aku ingin menulis lagi, kalau ibu tak mau mengajarkan aku. Semoga yang membaca ini mau mengajarkan aku
Thanks atas waktunya untuk membaca curhatku ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: